System Structured Analyze and Design Method (SSADM)

Apa itu SSADM ?


SSADM merupakan suatu metodologi yang dijadikan standar tahapan analisa dan desain aplikasi pada systems development lifecycle

Sejak 1981 SSADM telah direvisi dan versi 4 telah diluncurkan pada tahun 1990.


SSADM adalah sebuah open standard, sebagai contoh SSADM telah bebas digunakan untuk kepentingan industri selain itu banyak perusahaan yang menawarkan support, training, dan teknik pemodelan untuk SSADM.

Mengapa SSADM Harus Digunakan?

Sebagai ilustrasi, pada departemen pemerintahan di UK (dan juga kontraktor di luar dept. pemerintahan) adalah suatu kewajiban untuk menggunakan SSADM .


Salah satu general reason penggunaan SSADM adalah karena pihak pengguna mengharapkan adanya suatu disiplin yang dapat diterapkan didalam bidang teknik yang akhirnya akan menghasilkan peningkatan terhadap kualitas sistem yang mereka gunakan.


Teknik SSADM (Case Tools)

Logical Data Modeling

Proses identifikasi, pemodelan, dan pembuatan dokumentasi kebutuhan data dari sistem yang akan didisain.

Data yang ada dipisah – pisah menjadi beberapa entitas (tempat proses bisnis yang dijalankan menyimpan informasi) dan dibuat relasinya (asosiasi antar entitas)

Logical Data Modeling berupa diagram yang menunjukkan relasi antar entitas dan asosiasinya dan menunjukkan atribut – atribut yang dimiliki tiap entitas



Data Flow Modeling

Merupakan proses untuk identifikasi, pemodelan dan pembuatan dokumentasi tentang bagaimana aliran data (Data Flow) dalam sebuah sistem informasi.

Teknik ini terdiri atas seperangkat Data Flow Diagram (DFD) yang terintegrasi dengan pembuatan dokumentasi dari sistem.

Data Flow Modeling juga mencakup pembelajaran terhadap processes (sekumpulan aktifitas yang merubah sebuah bentuk data menjadi bentuk data lainya), data stores (wadah dari penyimpanan data), external entities (pelaku yang mengirimkan data ke sistem atau menerima data dari sistem) dan data flows (arah aliran data)

Entity Behavior Modeling

Proses identifikasi, pemodelan dan pembuatan dokumentasi dari events (kejadian – kejadian) yang mempengaruhi perubahan entitas dan urutan – urutan yang mana events tersebut dapat terjadi









Three Interdependent Views


Keberhasilan SSADM (bahkan secara de facto) tidak terletak pada sebuah teknik saja. Masing-masing sistem pemodelan menyediakan sudut pandang yang berbeda terhadap sistem yang sama, dan setiap teknik tersebut dibutuhkan untuk membentuk sebuah sistem yang utuh. Didal

am SSADM tiap-tiap teknik bersifat saling melengkapi satu sama lainnya untuk mendapatkan keutuhan dan keakuratan dari sebuah model.









Struktur SSADM


Langkah 1 – Studi Kelayakan

Tahap 0 Feasibility- (Kelayakan) terdapat aksi high level analysis dari segi bisnis untuk menentukan apakah cost dari sistem secara efektif sesuai dengan kebutuhan bisnis (business requirement). Membuat overview DFD dengan high level LDS (logical design structure). Juga pembuatan model LDS dari penyimpanan informasi. Biasanya ditunjukkan dalam sebuah ER diagram



Langkah 2 – Analisa Kebutuhan

Tahap 1 Investigation of Current Environment- mengklasifikasi kebutuhan sistem dan kebutuhan lingkungan bisnis yang ada untuk dimodelkansesuai dengan proses bisnis dan struktur datanya.

Tahap 2 Business System Options-DFD dan LDS diproduksi agar sesuai dengan setiap opsi dari business system dan opsi pilihan terakhir.

Transisi dari tahap 1 dan tahap 2 merefleksikan perpindahan dari logical model dari sistem yang ada ke logical model dari kebutuhan sistem.

Pada tahap ini, DFD dan LDS akan di susun kembali agar dapat memenuhi kebutuhan yang baru maupun kebutuhan yang berubah dari sistem



Langkah 3 – Spesifikasi Kebutuhan

Tahap 3 Definition of Requirements-Pendefinisian dari kebutuhan melibatkan pengembangan kebutuhan dari usaha pada tahap 2. Kebutuhan functional dan non-functional diidentifikasi dan teknik baru dibuat untuk mendefinisikan kebutuhan proses dan struktur data.

Pada tahap ini, DFD dan LDS diperbaiki, dan validasinya di-cross check sesuai dengan area dari sistematika bisnis yang ditentukan sebelumnya



Langkah 4 – Spesifikasi Sistem

Tahap 4 Technical System Options-Menentukan pilihan teknis(environment yang akan digunakan untuk pengoperasian system , seperti menentukan hardware, software platform

Tahap 5 Logical Design-Pembuatan desain logic dari update serta ssitem dialog (struktur dialog, menu, dll). Hal ini dilakukan untuk menyediakan detil penerapan sistem dan kontrol operasi dari masing-masing event. Desain dari detil program logic, misal apa yang harus dilakukan oleh program


Langkah 5 – Desain fisik


Tahap 6 Physical Design-Merupakan desain yang nyata dari sebuah sistem.


Logical dan technical spesification system (yang didapatkan dari langkah 4) digunakan untuk membuat desain fisik database dan membuat spesifikasi program secara keseluruhan.


Misal, bagaimana program seharusnya berjalan